Selamat datang di situs web Puja Shanti | Pesan Websitemu disini | Kontak - WA: +62 857-3768-9037 Email : info@pujashanti.web.id

18 Bab Bhagawad Gita Lengkap beserta artinya

18 bab Bhagawad Gita | Puja Shanti


Tentang Bhagawad Gita

Bhagawad Gita merupakan kitab weda. Secara harfiah, arti Bhagawad-gita adalah “Nyanyian Sri Bhagawan”. Kitab ini berisikan dialog naratif antara pangeran Pandawa “Arjuna” dan pembimbingnya dan “Shri Krishna” Pada awal Bharata Yudha “Perang Antara Pandawa dan Korawa”, Arjuna dipenuhi dengan dilema moral dan keputusasaan tentang kekerasan dan kematian yang akan diakibatkan oleh pertempuran melawan kerabatnya sendiri. 

Dalam keraguannya Arjuna bertanya dan meminta nasihat Srhi Krishna. Dialog antara Arjuna dan Krishna merupakan isi dari Bhagawad Gita . Krishna menasihati Arjuna untuk “memenuhi tugas Ksatria (pejuang) untuk menegakkan Dharma ” melalui “tindakan tanpa pamrih”. 

Dialog Krishna-Arjuna mencakup berbagai topik spiritual, menyentuh dilema etika dan isu-isu filosofis yang jauh melampaui perang yang dihadapi Arjuna. Krishna juga dikatakan sebagai pembicara motivasi pertama dalam sejarah manusia.

Penulis Bhagawad Gita

Penulis Bhagawadgita adalah Sri Krishna Dvipayana Vyasa atau Resi Byasa. Bhagawadgita merupakan ajaran universal yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia, sepanjang masa. Untuk mengetahui rahasia kehidupan sejati di dunia ini sehingga dapat terbebaskan dari kesengsaraan dunia dan akhirat. Umat Hindu meyakini, Bhagawadgita merupakan ilmu pengetahuan abadi, yakni sudah ada sebelum umat manusia menuliskan sejarahnya dan ajarannya tidak akan dapat dimusnahkan. https://en.wikipedia.org

Lihat juga 👉 Komentar Bhagawad Gita

Bhagawad Gita

Daftar 18 bab Bhagawad Gita

Dibawah ini daftar lengkap 18 bab Bhagawad Gita yang diterjemahkan oleh yayasan “Anand Krishna”. Sentuh ikon “🕉️” untuk melihat ringkasan kemudian klik “Bab selanjutnya” untuk melihat isi/sloka keseluruhan. Gunakan tab “Daftar Isi” klik/pilih sloka untuk men-scroll/melihat sloka dengan cepat.



Arjuna Wisada Yoga – Ringkasan: Meninjau tentara di medan perang  Kurukshetra.
Tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang ksatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru, dan kawan-kawannya dalam pasukan kedua belah pihak, Siap untuk bertempur dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak dapat bertabah hati untuk bertempur.

Ringkasan: Menguraikan tentang Arjuna menyerahkan diri sebagai murid kepada Sri Krishna. Sri Krishna mulai memberi pencerahan kepada Arjuna, dengan menjelaskan perbedaan pokok antara badan jasmani yang bersifat sementara dan sang roh yang bersifat kekal. Kresna menjelaskan proses perpindahan sang roh, sifat pengabdian kepada Yang Mahakuasa tanpa mementingkan diri sendiri dan ciri-ciri orang yang sudah insaf akan dirinya.

Karma Yoga, menguraikan tentang: semua orang harus melakukan karya/ kegiatan. Perbuatan dapat mengikat diri seseorang pada dunia ini atau membebaskan dirinya dari dunia. Seseorang dapat dibebaskan dari hukum karma (perbuatan dan reaksi) dan mencapai pengetahuan sejati tentang sang diri dan Yang Mahakuasa dengan cara bertindak untuk memuaskan Tuhan, tanpa mementingkan diri sendiri.

Jnana Yoga, menguraikan tentang: Pencapaian yoga melalui pengetahuan rohani tentang sang Atman, Tuhan Yang Maha Esa, dan hubungan antara Atman dan Tuhan, menyucikan dan membebaskan diri manusia. Pengetahuan seperti itu adalah hasil perbuatan bhakti tanpa pamrih yang disebut karma yoga. Krishna menjelaskan sejarah Bhagavad-gita sejak zaman purbakala, tujuan dan makna Dia sewaktu-waktu turun ke dunia, serta pentingnya mendekati seorang guru kerohanian yang sudah insaf akan dirinya.

Karma Yoga, Perbuatan dalam kesadaran Krishna, orang yang bijaksana yang sudah disucikan oleh api pengetahuan rohani, secara lahiriah melakukan segala kegiatan tetapi melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan dalam hatinya. Dengan cara demikian, orang bijaksana dapat mencapai kedamaian, ketidak-terikatan, kesabaran, pengelihatan rohani dan kebahagiaan.
Dhyana Yoga, menguraikan tentang astanga yoga, sejenis latihan meditasi lahiriah, mengendalikan pikiran dan indria, memusatkan perhatian kepada Paramatma (Jiwa Yang Utama, bentuk Tuhan yang bersemayam di dalam hati). Puncak latihan ini adalah samadhi. samadhi artinya sadar sepenuhnya terhadap Yang Maha Kuasa.
Pengetahuan tentang Yang Mutlak, Penyebab yang paling utama dan kekuatan yang memelihara segala sesuatu, baik yang material maupun rohani. Jiwa yang telah menyerahkan diri kepada-Nya dalam pengabdian dan Bhakti suci sedangkan jiwa yang tidak saleh mengalihkan objek-objek Bhakti kepada yang lain.
Cara Mencapai Kepada Yang Mahakuasa, Seseorang dapat mencapai tempat tinggal Jiwa Agung Yang Paling Utama, di luar dunia material, dengan cara ingat kepada Sri Krishna dalam Bhakti semasa hidupnya.
Raja Widya Rajaguhya Yoga (Pengetahuan Yang Paling Rahasia). Hakikat Ketuhanan sebagai raja dari segala ilmu pengetahuan (Widya), Krishna adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa dan tujuan tertinggi kegiatan sembahyang, sang roh mempunyai hubungan yang kekal dengan Krishna melalui pengabdian bhakti suci yang bersifat rohani. Dengan menghidupkan kembali Bhakti yang murni, seseorang dapat kembali kepada Yang Maha Kuasa di alam rohani.
Wibhuti Yoga, Kehebatan Tuhan Yang Mutlak, menguraikan mengenai sifat hakikat Tuhan yang absolut/mutlak. Segala fenomena ajaib yang memperlihatkan kekuatan, keindahan, sifat agung atau mulia, baik di dunia material maupun di dunia rohani, tidak lain daripada perwujudan sebagian kehebatan rohani Krishna. Sebagai sebab utama segala sebab serta sandaran dan hakikat segala sesuatu. Krishna merupakan perwujudan Tuhan Yang Maha Esa. Ia adalah tujuan sembahyang tertinggi bagi semua mahluk hidup.
Wiswarupa Darsana Yoga, Bentuk Semesta, menguraikan tentang Sri Krishna menganugrahkan pengelihatan rohani kepada Arjuna. Ia memperlihatkan bentuk-Nya yang tidak terhingga dan mengagumkan sebagi alam semesta. Dengan cara demikian, Krishna membuktikan secara meyakinkan identitas-Nya sebagai Yang Mahakuasa. Krishna menjelaskan bahwa bentuk-Nya Sendiri serba tampan dan dekat dengan bentuk manusia adalah bentuk asli Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat melihat bentuk ini hanya dengan bhakti yang Murni.
Bhakti Yoga, Pengabdian Suci Bhakti, menguraikan tentang cara yoga dengan bhakti (Bhakti yoga), pengabdian suci yang murni kepada Sri Krishna, adalah cara tertinggi dan paling manjur untuk mencapai cinta bhakti yang murni kepada Yang mahakuasa, tujuan tertinggi kehidupan rohani. Orang yang menempuh jalan tertinggi ini dapat mengembangkan sifat-sifat suci.
Ksetra Ksetradnya Yoga, Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan Kesadaran, menguraikan hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa dalam hubungan dengan purusa dan prakrti, orang yang mengerti perbedaan antara badan, dengan sang roh dan Jiwa Agung yang melampaui badan dan roh, akan mencapai pembebasan dari dunia material.
Guna Traya Wibhaga Yoga, Tiga Sifat Alam Material, membahas Triguna (tiga sifat alam material) – Sattvam, Rajas dan Tamas, semua roh terkurung dalam badan di bawah pengendalian tiga sifat alam material; kebaikan (sattvam), nafsu (rajas) dan kebodohan (tamas). Sri Krishna menjelaskan arti sifat-sifat tersebut dalam bab ini, bagaimana sifat-sifat tersebut mempengaruhi diri kita, bagaimana cara melampaui sifat-sifat tersebut serta ciri-ciri orang yang sudah mencapai keadaan rohani (orang yang sudah lepas dari tiga sifat alam).
Purusottama Yoga, menguraikan beryoga pada purusa yang Maha Tinggi, Hakikat Ketuhanan, Tujuan utama pengetahuan Veda adalah melepaskan diri dari ikatan terhadap dunia material dan meyakini Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mengerti identitas Krishna yang paling utama menyerahkan diri kepada Krishna dan menekuni pengbdian suci kepada Krishna.
Daiwasura Sampad Wibhaga Yoga, membahas mengenai hakikat tingkah-laku manusia, sifat rohani dan sifat jahat. Orang yang memiliki sifat-sifat jahat dan hidup sesuka hatinya, tanpa mengikuti aturan Kitab Suci, dilahirkan dalam keadaan yang lebih rendah dan diikat lebih lanjut secara material, tetapi orang yang memiliki sifat-sifat suci dan hidup secara teratur dengan mematuhi kekuasaan Kitab Suci, berangsur-angsur mencapai kesempurnaan rohani.
Sraddha Traya Wibhaga Yoga, menguraikan mengenai golongan-golongan keyakinan. Ada tiga jenis keyakinan, yang masing-masing berkembang dari salah satu di antara tiga sifat alam. Perbuatan yang dilakukan oleh orang yang keyakinannya bersifat nafsu dan kebodohan hanya membuahkan hasil material yang sifatnya sementara, sedangkan perbuatan yang dilakukan dalam sifat kebaikan, menurut Kitab Suci, menyucikan hati dan membawa seseorang sampai pada tingkat keyakinan murni dan bakti terhadap kepada Jiwa yang Agung
Moksa Samnyasa Yoga, Kesempurnaan pelepasan ikatan, merupakan kesimpulan dari semua ajaran yang menjadi inti tujuan agama yang tertinggi. Dalam bab ini Krishna menjelaskan arti dari pelepasan ikatan dan efek dari sifat-sifat alam terhadap kesadaran dan kegiatan manusia. Krishna menjelaskan keinsafan Brahman, kemuliaan Bhagawadgita, dan kesimpulan Bhagavad-gita; jalan kerohanian tertinggi berarti menyerahkan diri sepenuhnya tanpa syarat dalam cinta-bhakti kepada Tuhan. Jalan ini membebaskan seseorang dari segala dosa, membawa dirinya sampai pembebasan sepenuhnya dari kebodohan dan memungkinkan ia kembali ke tempat tinggal Jiwa Agung yang kekal.