33 Dewa dalam kitab suci Weda

Dipublikasikan oleh Gst Komang Yoga pada

33 dewa menurut RigVeda

Dalam ajaran agama Hindu, Para Dewa (misalnya Baruna, Agni, Bayu) mengatur unsur-unsur alam seperti air, api, angin, dan sebagainya. Mereka menyatakan dirinya di bawah derajat Tuhan yang agung. Mereka tidak sama dan tidak sederajat dengan Tuhan Yang Maha Esa, melainkan manifestasi Tuhan (Brahman) itu sendiri. Setiap dewa dewi memiliki fungsi dan peran masing-masing.

Fungsi dan peran Dewa

Dalam kitab-kitab Veda menyatakan bahwa para Dewa tidak dapat bergerak bebas tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa juga tidak dapat menganugerahkan sesuatu tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa, sama seperti makhluk hidup yang lainnya, bergantung kepada kehendak Tuhan.

Dalam kitab suci Bhagawad Gita diterangkan bahwa hanya memuja Dewa saja bukanlah perilaku penyembah yang baik, hendaknya penyembah para Dewa tidak melupakan Tuhan yang menganugerahi berkah sesungguhnya. Para Dewa hanyalah perantara Tuhan. Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara Sri Krishna bersabda:

sa tayā śraddhayā yuktas
tasyārādhanam īhate
labhate ca tatah kaman
mayaiva vihitān hi tān
(Bhagavad Gītā, 7.22)

Artinya: “Setelah diberi kepercayaan tersebut, mereka berusaha menyembah Dewa tertentu dan memperoleh apa yang diinginkannya. Namun sesungguhnya hanya Aku sendiri yang menganugerahkan berkat-berkat tersebut”.

Lihat: Kebenaran 1 Tuhan menurut Weda yang harus diketahui

Dalam tradisi Hindu umumnya seperti Advaita Vedanta dan Agama Hindu Dharma, Dewa dipandang sebagai manifestasi Brahman dan enggan dipuja sebagai Tuhan tersendiri dan para Dewa setara derajatnya dengan Dewa lain. Namun dalam filsafat Hindu Dvaita, para Dewa tertentu memiliki sekte tertentu pula yang memujanya sebagai Dewa tertinggi. Dalam hal ini, beberapa sekte memiliki paham monotheisme terhadap Dewa tertentu.

33 dewa

Tugas para Dewa

Dari sifat beliau yang Saguna Brahman (berwujud) maka beliau menjadikan diri-Nya berbagai wujud ilahi dalam bentuk dewa-dewi. Kata Deva berasal dari kata div, yang berarti “sinar’, sinar suci Tuhan/mahkluk cahaya atau dengan bahasa yang lebih mudah dapat disebut dengan istilah malaikat.

Masyarakat Hindu mengenal berbagai nama dewa-dewi. Didalam Veda ada banyak dewa yang disebut-sebut namun dikatakan ada 33 dewa. Para dewa memiliki tugas dan fungsi masing-masing.

“Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah guru agung, penuh kebijaksanaan, menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang, semoga para pencari pengetahuan spiritual, mengetahui rahasia 33 dewa.”

Selanjutnya ke 33 dewa tersebut dibedakan menurut tempat dan tugasnya masing-masing seperti tertuang dalam Rgveda.I. 139.11 yang berbunyi:

“Wahai para dewa (33 dewa): 11 di sorga, 11 di bumi, 11 berada di langit, semoga engkau bersuka cita dengan persembahan suci ini.”

Dalam Satapatha Brahmana, XIV.5 disebutkan:

“Sesungguhnya Ia mengatakan: adalah kekuatan yang agung dan dasyat sebanyak 33 dewa. Siapakah dewata itu? Mereka adalah 8 Vasu, 11 Rudra, 12 aditya. Jumlah seluruhnya 31, (kemudian ditambah) Indra dan Prajapati, seluruhnya menjadi 33 dewata”.

Dari masing-masing tugas dan fungsi dewa-dewa di surga, di bumi dan di langit salah satunya adalah manifestasi Tuhan, dengan kata lain Tuhan sebagai pemimpinnya. Seperti disebutkan didalam Bhagavad Gita

“Di antara semua Rudra Aku adalah Sankara (Siwa),..” (Bhagavad-gita 10.23), …di antara para vasu Aku adalah Api (Agni)” (Bhagavad-gita 10.23). Pada perkembangannya Agni disamakan dengan Brahma. “Di antara para Aditya Aku adalah Visnu..” (Bhagavad-gita 10.21) –Ketut Merta Mupu

Tulis komentar
Kategori: Brahman

Gst Komang Yoga

Gst Komang Yoga

Hi, saya Gst. km. yoga, Saya adalah author situs web Puja Shanti.

ConveyThis