Komentar tokoh dunia tentang Bhagavad Gita

Bhagawad Gita
54 / 100

Komentar tokoh dunia tentang Bhagavad Gita

Bhagavad Gita merupakan sebuah pesan ajaran Shri Krishna kepada Arjuna ketika berada dalam keadaan posisi perang di medan Kurukshetra. Sebuah dialog yang terjadi yang dituliskan oleh Rsi Vyasa. Popularitas sastra ini banyak mengundang Komentar tokoh dunia, Mempelajari Bhagavad Githa bisa menambah pengetahuan kita tentang sosok Arjuna yang sedang kebingungan. Sosok Arjuna yang bimbang untuk menentukan sikap. Disinilah peran penting yang dibawakan oleh Shri Krishna. Peran seorang pembimbing yang menunjukkan jalan, namun selanjutnya Arjuna sendiri mesti mengambil sikap dan menentukan sendiri bagaimana menjalani peran yang telah diberikan Keberadaan.

Berikut ini beberapa Komentar tokoh dunia tentang Bhagavad Githa:

Advertisements

“Saya sering, bahkan sudah lima kali membaca kitab Bhagavad-Githa dari A sampai Z. Saya kagu, Bhagavad-Gita ternyata bukan kitab klenik. Ternyata bukan kitab untuk duduk di dalam kamar bersemadi. Tetapi Bhagavad-Githa adalah dalam bahasa asing “Evangelie van De Daad”. Githa adalah nyanyian perbuatan, nyanyian amal, nyanyian fi’il.” Ir. Sukarno ( Presiden RI Pertama)

Lihat Juga:


“Ketika saya membaca Bhagavad-Githadan merenungkan bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta, segala sesuatu yang lain menjadi sangat tidak berarti.”
Albert Einstein, (Saintis)

“Setiap kali keraguan menghantui diriku, setiap kali kekecewaan menatap wajahku, dan aku tidak melihat setitik pun terang harapan, aku berpaling pada Bhagavad-Githa dan menemukan ayat yang dapat menghiburku, dan langsung saja di tengah duka sepedih apa pun, aku tersenyum kembali. Mereka yang melakukan perenungan terhadap Githa akan selalu menemukan makna baru dan keceriaan baru setiap hari.” –Mahatma Gandhi (Tokoh Perjuangan Tanpa Kekerasan)

“Ajaran Githatentang Berkarya tanpa Pamrih. adalah dasar serta penggerak bagi kemajuan dalam hidup saya. Seluruh dunia saat ini sangat membutuhkan para pemimpin-pelayan yang tidak hanya mengasihi Tuhan, tapi juga melayani sesama demi kebaikan seluruh dunia.” –Tulsi Gabbard (Anggota Kongres Amerika Serikat )

“Bahwasanya manusia ibarat pohon yang terbalik (akarnya di atas dan ranting-rantingnya di bawah) merupakan pendapat umum di masa lalu. Terkait dengan konsep yang ada dalam Veda ini, Plato menjelaskannya dalam Timaeus di mana ia mengatakan “Lihat, kita bukanlah tanaman duniawi, tetapi tumbuhan surgawi.” Hal ini menjadi sangat jelas dengan apa yang dikatakan oleh Krishna dalam Bab Kelimabelas Bhagavad-Githa.” –Carl Jung (Bapak Psikologi Modern)

“Bhagavad-Githa memberi landasan spiritual bagi keberadaan umat manusia. Ia adalah panggilan (bagi seluruh umat manusia) untuk berkarya dan menunaikan kewajibannya di dunia dengan tetap memperhatikan tujuan spiritual semesta yang jauh lebih penting dan mulia.” –J-awaharlal Nehru (Perdana Menteri India)

“Saya berhutang pada Bhagavad-Githa. Membaca buku awal peradaban manusia itu, saya seolah mendengar sebuah pesan dari kerajaan di masa lalu kerajaan yang besar tapi tenang dan damai. Pesan yang disampaikan di masa lalu itu masih mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan masa kini.” –Ralph Waldo Emerson (Bapak Bangsa Amerika Serikat)

“Kehebatan Bhagavad-Githa
terletak pada kemampuannya untuk menjelaskan kebijakan hidup dengan sangat indah, sehingga filsafat pun berbunga menjadi kepercayaan (yang hidup).” –Herman Hesse (Penulis/Filsuf )

“Cara untuk menggapai kesempurnaan hidup dengan bekerja tanpa pamrih itulah yang dijelaskan oleh Krishna dalam Bhagavad-Githa” –Vivekananda (Pujangga besar)

“Untuk memahami pesan Bhagavad-Githayang begitu mulia dan halus, jiwa kita harus berada pada gelombang yang sama dengannya.” –Rudolph Steiner (Filsuf)

“Bhagavad-Githamenjelaskan evolusi batin manusia dengan sangat jelas dan sistematis, evolusi batin yang dapat mengangkat derajat manusia. Ia adalah intisari dari filsafat perenial yang paling jelas dan lengkap; karena itu, ia penting bagi seluruh umat manusia, bukan bagi India saja.” –Adolf Huxley (Filsuf)

“Kitab Bhagavad-Githa ini boleh dipandang sebagai riwayat kehidupan Korawa dan Pandawa, atau perjalanan manusia menuju ke arah Sempurna. Sebagai ilmu, kitab Bhagavad-Githa menguraikan perjalanan kalbu manusia menuju ke arah Kesempurnaan. Di situlah terjadi pertempuran antara Jiwa dengan Keangkaramurkaannya.” –Radjiman Wedyoningrat (Pendiri Boedi Oetomo)

Advertisements

Tinggalkan Balasan