16 simbol Dewa Siwa yang paling menakjubkan

16 Simbol Dewa Siwa beserta maknanya

Dewa Siwa atau Mahadewa mungkin adalah dewa Hindu yang paling kompleks. Siwa berarti Yang Menguntungkan. Dia juga disebut Yang Hebat (Rudra), Penguasa Tari (Nataraja), Penguasa Alam Semesta (Vishwanatha), Dia adalah Penghancur dan Transformator. Dia tidak terbatas, transenden, tidak berubah, tidak berbentuk dan juga yang tanpa awal atau tanpa akhir.

Brahmman

“SHIVA” berarti yang menguntungkan. Secara manusiawi tidak mungkin untuk menjelaskan Siwa, sama seperti tidak mungkin untuk menjelaskan alam semesta. Mari kita coba dari kecerdasan manusia yang sederhana, Dia adalah yang dariNya Brahmman muncul, di mana Ia tinggal dan di dalam siapa Ia kembali.

Brahmman bukan hanya Alam Semesta tetapi Dia yang menjadi pangkal dan penyebab alam semesta. Brahmman memegang alam semesta. Dewa Siwa adalah alasan dari semua penyebab. Dia tidak boleh dilihat sebagai Dewanya-Manusia. Itu anggapan yang salah. Kitab Suci menyebutnya Nirguna Brahmman dan Saguna Brahmman

Shiva ada di Tiga alam Brahmman

Alam Nirguna: Dalam keadaan ini Dia tidak berbentuk, seluruh alam semesta dan ciptaan terletak di dalam jangkauan Siwa.

Alam Saguna: Dalam kondisi Saguna, Siwa adalah seluruh alam semesta beserta isinya. Dia ada di dalam semua mahluk hidup. ada di setiap tumbuhan, manusia, hewan, jantan, betina dan seluruh ciptaan. Dalam keadaan ini, meskipun semua bentuk muncul dari dirinya, tidak ada bentuk yang dapat mendeskripsikannya.

Alam Nirguna-Saguna : pada bagian Nirguna-Saguna, Siwa dipuja sebagai Shivalingam. Kata Shivalingam berasal dari akar bahasa Sansekerta Siwa (Tuhan) dan Lingam (Tanda / Simbol). Oleh karena itu, Shivalingam adalah tanda Tuhan dalam ciptaannya. Tanda Shiva ada di segala sesuatu di dunia ini. Baik itu pohon yang berasal dari biji, anak yang berasal dari sel telur, semua benda langit, setiap sel dalam mahluk hidup dan setiap beda di bumi. Segala sesuatu yang bulat adalah tanda dari Dewa Siwa. Karena Siwa tidak dapat dipahami, kita menyembah tandanya atau kita menyembah seluruh Brahman dalam sebuah Shivalingam.

“NA TASYA PRATIMA ASTI” -Yujur Veda. Artinya “Tidak ada yang bisa menggambarkan-Nya”

Karena itu, penting untuk dipahami bahwa Ia “Tak berbentuk”. Meskipun semua bentuk adalah milikNya dan Dia senang dengan cara apa pun kita melihatNya, namun tidak ada satu bentuk pun di dunia ini yang bisa menggambarkanNya. Siva adalah – Shiva “Pria” – Shivam “Wanita” Dia berada di luar jenis kelamin, Ia adalah pria tapi bukan pria, Ia adalah wanita tapi bukan wanita.

Simbol Dewa Siwa

Sebagai salah satu tritunggal suci, Dewa Siwa memiliki banyak simbol yang dikaitkan denganNya. Kapanpun kita menemukan elemen-elemen ini, kita langsung memikirkan Tuhan. Berikut adalah simbol Dewa Siwa beserta maknanya:

1. Bulan Sabit – Ardha-Chandrama

Dari sudut pandang ilmiah dan filosofis, simbol dewa Siwa dalam bentuk bulan di dahi Siwa ini menggambarkan kendali atas waktu dalam konteks alam. Bulan digunakan untuk menghitung hari dan bulan. Bulan melambangkan waktu dan Dewa Siwa mengenakan bulan di kepalanya menunjukkan bahwa Siwa memiliki kendali penuh atas waktu dan berada di luar ukuran waktu dan abadi. Pengendalian waktu dan bulan penting untuk mengendalikan alam. Contohnya adalah pasang naik dan pasang surut yang muncul akibat gravitasi bulan.

2. Tubuh yang diolesi abu

Simbol ini memiliki arti yang lebih tinggi dari sekedar elemen itu sendiri. Ini mewakili bagaimana Siwa dalam aspek transendentalnya di alam dan bahwa kehadirannya lebih tinggi daripada kehadiran material. Abu itu bukan abu biasa, melainkan abu kuburan. Ini sesuai dengan filosofi Hindu tentang hidup dan mati, bahwa kematian adalah realitas tertinggi kehidupan. Semuanya, pada akhirnya, diubah menjadi abu, dan Siwa adalah Dewa kehancuran, abu melambangkan bahwa segala sesuatu, pada akhirnya, dapat direduksi menjadi hancur dan hanya Tuhan yang melampaui lingkaran kehidupan dan kematian.

3. Rambut Kusut / Jata

Simbol dewa Siwa berupa Rambut kusut yang melambangkan penguasaan terhadap Angin atau Bayu, yang setiap saat semua makhluk hidup menghirupnya. Hal Ini mewakili Siwa sebagai Pashupatinath, Penguasa Semua Makhluk Hidup.

4. Sungai Gangga

Dalam agama Hindu, Gangga adalah Dewi Sungai dan sungai paling suci. Kitab suci mengatakan bahwa sungai bersumber dari Siwa dan mengalir dari rambut kusut Siwa. Secara simbolis dilambangkan dengan pancaran air yang keluar dari kepala Siwa dan jatuh ke tanah. Dewa Siwa sendiri membiarkan air itu mengalir ke sungai untuk melintasi bumi. Air dianggap murni dan memiliki sifat pemurni.

Dewa Shiva dijuluki “Gangadhara” yang berarti “Pembawa sungai Gangga”, dan sungai memiliki kapasitas membawa kesuburan, Dewa Siwa bukan hanya dewa pelebur, tetapi juga pembawa kemurnian, kesuburan dan kedamaian. Sungai Gangga juga Melambangkan Pengetahuan Suci Veda yang terus mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.

5. Mata Ketiga

Dewa Siwa sering digambarkan dengan mata ke-3 dan disebut Triyambhakam, Trinetra dll. Mata ketiga adalah simbol bagi pemuja dewa Siwa untuk mengembangkan pandangan ilmu. Kedua mata kita tidak selalu cukup untuk menilai sesuatu dan mengetahui realitas.

Mata ketiga Siwa mewakili penolakan keinginan. Bahkan manusia normal pun harus memiliki Samta (keseimbangan), Sadhuta (kemurnian karakter), dan Doordrishti (visi yang lebih luas). Dia tidak boleh menjadi mangsa keinginan yang timbul dari wanita (selain istri), uang (selain yang diperoleh dengan keringat dan kemurnian), ketenaran (selain yang muncul dari tindakan sattvic).

Dari sudut pandang Yoga, dikatakan bahwa ketika ‘mata ketiga’ terbangun, seseorang mampu melihat melampaui ruang dan waktu. Hal ini meningkatkan frekuensi di mana seseorang dapat melakukan sesuatu dan memindahkan kesadaran kedalam keadaan yang lebih tinggi. Selama ribuan tahun, mata ketiga telah dianggap sebagai cara untuk mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi saat masih berada dalam tubuh fisik.

Tujuan mata ketiga ini adalah kunci, yang membuka pintu ke interpretasi metafisik yang dibicarakan oleh orang bijak kuno. Kelenjar pineal juga bertanggung jawab untuk mengeluarkan dua cairan otak yang sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan mental kita. Yaitutu melatonin , yang merupakan hormon yang menginduksi tidur, dan serotonin , yang merupakan zat kimia yang membantu menjaga keadaan mental yang sehat dan bahagia, di antara fungsi-fungsi lainnya. -sumber: https://vedicfeed.com

6. Mata Setengah Terbuka

Jika kita perhatikan, mata ini belum sepenuhnya terbuka. Sifat mata setengah terbuka menunjukkan bahwa siklus alam semesta masih dalam proses. Ketika dewa Siwa membuka matanya sepenuhnya, maka siklus penciptaan baru dimulai, dan ketika dia menutupnya, maka alam semesta hancur hingga fase penciptaan berikutnya. Setengah mata menunjukkan bahwa penciptaan adalah proses siklus kekal yang tidak memiliki akhir atau awal.

7. Ular di Leher

Ular melingkar di leher dewa Siwa mewakili waktu dalam bentuknya yang paling akurat: masa lalu, masa kini dan masa depan, dan lingkaran itu menandakan sifat siklusnya. Dan dia mengenakan ular menunjukkan bahwa Siwa kebal terhadap murka waktu dan kematian. Mereka juga mewakili energi tidak aktif yang dikenal sebagai Kundalini Shakti yang berada di dalam dirinya.

8. Tripunda

Simbol dewa Siwa berupa 3 garis di dahi yang disebut Tripunda adalah simbol dari 3 Guna (Sattwa, Rajas, Tamas) dimana Dia telah terbebas dan tidak terpengaruh oleh ketiga sifat tersebut.

  • Guna – Keharmonisan, murni, kesejahteraan dan dasar konstruksi, kebaikan, kreatif, keseimbangan.
  • Rajas Guna – adalah kebingungan, terlalu aktif atau bersemangat, bergairah, egois.
  • Tamas Guna – Malas, berat, merusak, tidak murni.

9. Kulit Harimau

Harimau dalam agama Hindu melambangkan kendaraan Shakti, Dewi kekuasaan dan kekuatan. Siwa yang mengenakan kulit harimau melambangkan kekuatannya dan bahwa dia adalah penguasa Shakti yang melampaui kekuatan lainnya. Harimau juga melambangkan nafsu, dan Siwa yang duduk di atasnya menunjukkan bahwa ia telah menaklukkan nafsu. Selain itu, harimau juga merupakan simbol energi, dan dalam hal ini melambangkan Siwa sebagai sumber energi relatif yang mengalir ke seluruh alam semesta, dan Siwa mengaktifkan energi dengan kehendak Ilahi-nya sendiri untuk memproyeksikan alam semesta dalam siklus tanpa akhir.

10. Kalung Rudraksha

Dewa Siwa memakai kalung Rudraksha dengan 108 manik yang terbuat dari air matanya sendiri. Manik-manik Rudraksa merupakan simbol Dewa Siwa yang dianggap mewakili elemen dunia, kalung Rudraksha tersebut menegaskan tentang aturan alam semesta dan hukum kosmik.

11. Damaru atu Genderang

Damaru adalah simbol Dewa Siwa yang mewakili suara kosmik. Suara Damaru disebut Pranavamand dan melambangkan “Shabda Brahma” atau Veda. Dari situlah keluar tata bahasa dan musik. Ketika damaru digetarkan, menghasilkan suara yang berbeda yang digabungkan bersama untuk menghasilkan satu suara. Suara yang dihasilkan melambangkan Nada, suara kosmik AUM, yang dapat didengar selama meditasi mendalam.

Dalam kitab suci, dikatakan bahwa ketika Shiva menciptakan alam semesta, damaru-nya bergetar 14 kali. 14 rumus dasar berisi semua huruf dalam bahasa Sansekerta yang diatur sedemikian rupa untuk memfasilitasi berbagai proses tata bahasa. Oleh karena itu, Damaru merepresentasikan abjad, tata bahasa, dan bahasa itu sendiri.

12. Trishula

Trishula adalah simbol Dewa Siwa yang Melambangkan 3 kekuatan – pengetahuan, keinginan dan implementasi. Ada tiga cabang di tombak dewa Siwa, yang mewakili tiga kekuatan fundamental Siwa: kehendak (icchya), tindakan (kriya) dan jnana (pengetahuan). Trisula Ini menunjukkan bahwa dia dapat menghancurkan kejahatan dan kebodohan.

13. Kamandalu

Kamandalu adalah aksesori lain dari Siwa. Simbol Dewa Siwa berupa Panci air dari labu kering dan berisi Amrit mewakili sisi Yogi Tuhan, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Seperti bagaimana labu dipetik dan buahnya dibersihkan dari cangkangnya, untuk membawa Amrit murni, seseorang harus melepaskan dunia material dan menghilangkan egoisme diri, dan hanya dengan begitu dia dapat menemukan bentuk spiritual murni.

14. Kundalas

Kundalas mengacu pada simbol dewa Siwa berupa dua anting: “Alakshya” yang artinya tidak dapat ditunjukkan oleh tanda apapun, dan “Niranjan” yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Arti ini mengacu pada sifat Siwa yang tidak terlihat. Yang kiri dipakai perempuan dan yang kanan dipakai laki-laki. Kundala dengan demikian mewakili sifat ganda Siwa dan Shakti, laki-laki dan perempuan, sesuai dengan prinsip penciptaan.

15. Gunung Kailash

Gunung Kailash adalah tempat tinggal Dewa Siwa, dan menurut agama Hindu, gunung tersebut dikatakan sebagai pusat alam semesta. Artinya Siwa adalah Kailash, pemberi perdamaian.

16. Banteng Nandi

Nandi adalah kendaraan Siwa, dan melambangkan kekuatan dan kebodohan. Banteng disebut “vrisha” dalam bahasa Sanskerta, dan itu berarti “kebenaran”. Nandi dengan Siwa, melambangkan Siwa sebagai pendamping kebenaran.

Sumber: https://vedicfeed.comhttps://en.wikipedia.orghttps://babadbali.com

ॐ नमः शिवाय – Om Namaha Shivaya – Aku tunduk pada dewa Siwa.

Tulis komentar
Gst Komang Yoga

Editor - Gst Komang Yoga