Candi Prambanan dan Keajaiban Arsitektur Hindu


Diperbarui:9 April 2026
|
Oleh:Gst Komang Yoga

candi prambanan

Candi Prambanan Keajaiban Arsitektur Hindu

Candi Prambanan, atau sering juga disebut Candi Rara Jonggrang, merupakan kompleks candi Hindu terbesar dan termegah di Indonesia. Terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, candi ini bukan hanya sebuah warisan budaya yang memukau, tetapi juga simbol toleransi dan kejayaan peradaban masa lalu.

Sejarah dan Pembangunan

Prambanan diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno), sebagai tandingan Candi Borobudur yang bercorak Buddha. Pembangunannya didedikasikan untuk Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam kepercayaan Hindu: Brahma (Dewa Pencipta), Wishnu (Dewa Pemelihara), dan Siwa (Dewa Pelebur/Perusak).

Kompleks candi ini sempat terbengkalai dan mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi, letusan Gunung Merapi, dan perubahan kekuasaan. Usaha restorasi besar-besaran dimulai pada tahun 1918 dan selesai pada tahun 1953, menjadikannya salah satu proyek rekonstruksi bersejarah paling ambisius. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia.

Struktur dan Arsitektur

Kompleks Prambanan memiliki tata ruang yang simetris dan terbagi menjadi tiga zona utama, mencerminkan konsep kosmologi Hindu:

  1. Nirwana (Paling Suci): Zona inti yang berisi candi-candi utama.
  2. Bhurvaloka (Transisi): Zona tengah yang berisi ratusan candi perwara.
  3. Bhur Loka (Paling Luar): Zona terluar yang berfungsi sebagai pintu masuk.

Candi Utama Trimurti

Tiga candi utama yang berdiri megah di halaman inti didedikasikan untuk Trimurti:

  • Candi Siwa (Candi Utama): Merupakan candi tertinggi dengan ketinggian 47 meter. Di dalamnya terdapat empat ruangan, termasuk ruang utama yang menyimpan arca Dewa Siwa Mahadewa setinggi 3 meter.
  • Candi Wishnu: Terletak di utara Candi Siwa, menyimpan arca Dewa Wishnu.
  • Candi Brahma: Terletak di selatan Candi Siwa, menyimpan arca Dewa Brahma.

Candi Wahana dan Perwara

Di depan ketiga candi Trimurti, terdapat tiga Candi Wahana (Kendaraan) yang lebih kecil:

  • Nandi (Sapi): Wahana Dewa Siwa.
  • Garuda: Wahana Dewa Wishnu.
  • Angsa: Wahana Dewa Brahma.

Selain itu, terdapat ribuan Candi Perwara (Candi Kecil) yang mengelilingi halaman inti, yang jumlahnya konon mencapai 240, sesuai dengan legenda Rara Jonggrang.

Relief Kisah Ramayana

Salah satu daya tarik utama Prambanan adalah pahatan relief yang mengelilingi pagar langkan Candi Siwa dan berlanjut ke Candi Brahma. Relief-relief ini menceritakan wiracarita Ramayana, sebuah kisah epik tentang penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana dan perjuangan Rama untuk menyelamatkannya.

Kisah relief ini dibaca dari arah Pradakshina (berjalan searah jarum jam), dimulai dari sisi timur Candi Siwa. Relief ini juga menjadi inspirasi utama pertunjukan seni tari kolosal Sendratari Ramayana yang sering dipentaskan di area Prambanan.

Legenda Rara Jonggrang

Prambanan juga diselimuti oleh legenda rakyat yang terkenal, yaitu Legenda Rara Jonggrang. Kisah ini menceritakan tentang permintaan Rara Jonggrang kepada Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi dalam satu malam sebagai syarat pernikahan.

Bandung Bondowoso yang sakti hampir berhasil dengan bantuan makhluk halus, namun kecurangan Rara Jonggrang menyebabkan usahanya gagal. Sebagai hukuman, Rara Jonggrang dikutuk menjadi arca ke-seribu—yang diyakini sebagai arca Dewi Durga (istri Siwa) di dalam Candi Siwa.

Candi Prambanan berdiri sebagai mahakarya seni dan arsitektur, menawarkan jendela ke dalam kemegahan dan spiritualitas Indonesia klasik.

Struktur Kompleks dan Relief Kisah Ramayana.

1. Detail Struktur Kompleks Candi Prambanan (Konsep Mandala)

Kompleks Prambanan dibangun mengikuti tata letak arsitektur candi Hindu klasik di Jawa, yang secara umum dikenal sebagai konsep Mandala atau Tiga Halaman.

ZonaNama SanskertaFungsi dan Ciri-ciri
PusatNirwana / SvargalokaZona paling suci (inti). Dikelilingi pagar batu dan berisi 8 candi utama dan 8 candi kecil lainnya. Di sinilah Candi Trimurti (Siwa, Wishnu, Brahma) dan Candi Wahana berada. Zona ini melambangkan dunia para dewa.
TengahBhurvaloka / BhuvarlokaZona transisi. Berisi 224 Candi Perwara yang disusun dalam 4 baris konsentris (berjajar melingkar) dan semakin tinggi ke arah pusat. Candi Perwara ini didedikasikan untuk para dewa yang lebih rendah atau sebagai candi tambahan.
LuarBhur LokaZona yang paling kurang sakral. Berfungsi sebagai gerbang masuk dan area persiapan. Saat ini, sebagian besar struktur di zona ini sudah tidak terlihat atau belum direstorasi.

Fokus pada Candi Siwa

Candi Siwa Mahadewa adalah candi tertinggi dan terpenting dalam kompleks ini (tinggi 47 meter). Di dalamnya terdapat lima ruangan (lima garbhagriha):

  1. Ruang Utama (Timur): Berisi arca utama Dewa Siwa Mahadewa yang berdiri tegak di atas padmasana (teratai).
  2. Ruang Utara: Berisi arca Dewi Durga Mahisasuramardini (istri Siwa), yang dalam legenda rakyat dikenal sebagai arca Rara Jonggrang.
  3. Ruang Barat: Berisi arca Ganesha (putra Siwa).
  4. Ruang Selatan: Berisi arca Agastya (guru Siwa).
  5. Ruang Tengah: Menghubungkan keempat ruang lainnya.

2. Detail Relief Kisah Ramayana

Relief-relief yang diukir pada dinding bagian dalam pagar langkan (pagar pembatas teras pertama) Candi Siwa adalah penceritaan ulang wiracarita Ramayana yang paling lengkap dan halus di Indonesia.

Alur Narasi Relief

Relief ini dibaca secara Pradakshina (berjalan mengelilingi candi searah jarum jam, dengan candi selalu berada di sisi kanan Anda):

  • Dimulai di Candi Siwa:
    • Teras I (Dinding Dalam): Menceritakan Ramayana dari awal hingga Rama berhasil merebut kembali Dewi Sinta.
  • Berlanjut di Candi Brahma:
    • Teras I (Dinding Dalam): Menceritakan kelanjutan kisah Ramayana, dari pengujian kesucian Sinta melalui api hingga pengembalian tahta Rama di Ayodhya.

Adegan Kunci yang Terukir

  1. Awal Kisah: Lahirnya Rama dan saudara-saudaranya, pernikahan Rama dan Sinta.
  2. Penculikan Sinta: Adegan di mana Rahwana menculik Sinta dan membawanya ke Kerajaan Alengka.
  3. Pertemuan Rama dan Hanoman: Kisah persekutuan Rama dengan Sugriwa dan kera putih sakti, Hanoman.
  4. Pembangunan Jembatan: Adegan saat pasukan kera membangun jembatan (Situbanda) menuju Alengka.
  5. Perang Besar: Pertarungan epik antara Rama, didukung Hanoman dan pasukannya, melawan Rahwana dan raksasa Alengka.

Karakteristik Relief

  • Gaya Ukiran: Relief Prambanan memiliki karakter yang lebih realistis dan dinamis dibandingkan relief Borobudur. Pahatannya menampilkan gerakan dan ekspresi yang kuat.
  • Makna Spiritual: Selain sebagai karya seni, relief ini berfungsi sebagai media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai dharma (kebaikan) dan satya (kesetiaan).

Perpaduan antara arsitektur megah yang melambangkan kosmos dan ukiran relief yang menceritakan kisah moralitas membuat Prambanan menjadi situs yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.

lihat bacaan tentang Candi Prambanan di wikipedia.com dan sejarah pura besakih disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Posts

Category

Culture and Tradition Hindu Prayers History Mantra Mythology Opinion Philosophy Science in Vedas Shiva Vedas Scripture

Adat Ajaran Weda candi hindu Dewa-Dewi Filsafat Hindu Gayatri Kasta Krishna Lagu Hindu Mantra sakti Moksha Mp3 OM Namah Shivay shiva Vegetarian Wisnu

Indeks Navigasi

Bhagawad Gita

Akses navigasi utama Bhagawad Gita lengkap 18 Bab dalam satu halaman indeks.

Buka Indeks Lengkap
Koleksi Buku

Toko Buku Hindu

Dapatkan buku fisik ulasan mendalam karya Gede Pudja MA. SH. di etalase resmi kami.

Kunjungi Toko Buku

Most viewed