Dalam ajaran agama Hindu, Para Dewa (misalnya Baruna, Agni, Bayu) mengatur unsur-unsur alam seperti air, api, angin, dan sebagainya. Mereka menyatakan dirinya di bawah derajat Tuhan yang agung. Mereka tidak sama dan tidak sederajat dengan Tuhan Yang Maha Esa, melainkan manifestasi Tuhan (Brahman) itu sendiri. Setiap dewa dewi memiliki fungsi dan peran masing-masing.
Dalam kitab-kitab Veda menyatakan bahwa para Dewa tidak dapat bergerak bebas tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa juga tidak dapat menganugerahkan sesuatu tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa, sama seperti makhluk hidup yang lainnya, bergantung kepada kehendak Tuhan.
Dalam tradisi Hindu umumnya seperti Advaita Vedanta dan Agama Hindu Dharma, Dewa dipandang sebagai manifestasi Brahman dan enggan dipuja sebagai Tuhan tersendiri dan para Dewa setara derajatnya dengan Dewa lain. Namun dalam filsafat Hindu Dvaita, para Dewa tertentu memiliki sekte tertentu pula yang memujanya sebagai Dewa tertinggi. Dalam hal ini, beberapa sekte memiliki paham monotheisme terhadap Dewa tertentu.
Dari sifat beliau yang Saguna Brahman (berwujud) maka beliau menjadikan diri-Nya berbagai wujud ilahi dalam bentuk dewa-dewi. Kata Deva berasal dari kata div, yang berarti “sinar’, sinar suci.
Masyarakat Hindu mengenal berbagai nama dewa-dewi. Didalam Veda ada banyak dewa yang disebut-sebut namun dikatakan ada 33 dewa. Para dewa memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
“Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah guru agung, penuh kebijaksanaan, menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang, semoga para pencari pengetahuan spiritual, mengetahui rahasia 33 dewa.”
Selanjutnya ke 33 dewa tersebut dibedakan menurut tempat dan tugasnya masing-masing seperti tertuang dalam Rgveda.I. 139.11 yang berbunyi:
“Wahai para dewa (33 dewa): 11 di sorga, 11 di bumi, 11 berada di langit, semoga engkau bersuka cita dengan persembahan suci ini.”
Dalam Satapatha Brahmana, XIV.5 disebutkan:
“Sesungguhnya Ia mengatakan: adalah kekuatan yang agung dan dasyat sebanyak 33 dewa. Siapakah dewata itu? Mereka adalah 8 Vasu, 11 Rudra, 12 aditya. Jumlah seluruhnya 31, (kemudian ditambah) Indra dan Prajapati, seluruhnya menjadi 33 dewata”.
Pembagian ini didasarkan pada 8 Vasu (Elemen Alam), 11 Rudra (Kekuatan Vital/Badai), 12 Aditya (Prinsip Matahari/Waktu), serta Indra dan Prajapati.
Vasu adalah dewa-dewa yang menjadi penyokong alam semesta (bumi dan atmosfer):
Rudra dalam Weda mewakili 10 Prana (energi vital dalam tubuh) dan yang ke-11 adalah Atman (Diri):
Aditya adalah putra-putra Aditi yang melambangkan 12 bulan dalam setahun dan aspek sosial-etika:
| Kelompok Dewa | Manifestasi Utama | Unsur/Energi yang Diwakili |
| 8 VASU (Elemen Alam) | Materi & Fisik | Tanah (Dhara), Api (Anala), Angin (Anila), Air (Apa), Cahaya (Prabhas), Bulan (Soma), Bintang (Dhruva), Fajar (Pratyusha). |
| 11 RUDRA (Energi Vital) | Biologi & Transformasi | 5 Prana Utama, 5 Prana Pendukung (Upaprana), dan Jiwa (Atman) sebagai penggerak raga. |
| 12 ADITYA (Prinsip Matahari) | Waktu & Hukum Sosial | 12 Bulan dalam setahun; mencakup aspek keadilan, persahabatan, kemakmuran, dan kebenaran kosmis. |
| 2 PENYEMPURNA | Kemauan & Penciptaan | Indra (Kekuatan Kehendak/Energi Listrik) dan Prajapati (Kecerdasan Kolektif/Prinsip Penciptaan). |
Dari masing-masing tugas dan fungsi dewa-dewa di surga, di bumi dan di langit salah satunya adalah manifestasi Tuhan, dengan kata lain Tuhan sebagai pemimpinnya. Seperti disebutkan didalam Bhagavad Gita
“Di antara semua Rudra Aku adalah Sankara (Siwa),..” (Bhagavad-gita 10.23), …di antara para vasu Aku adalah Api (Agni)” (Bhagavad-gita 10.23). Pada perkembangannya Agni disamakan dengan Brahma. “Di antara para Aditya Aku adalah Visnu..” (Bhagavad-gita 10.21) –Ketut Merta Mupu
Konsep 33 Dewa dalam Weda bukanlah bentuk politeisme (banyak tuhan), melainkan sebuah sistem klasifikasi cerdas mengenai bagaimana alam semesta bekerja:
Mempelajari 33 Dewa bukan berarti kita menyembah 33 entitas yang terpisah. Kitab suci Rig Veda (1.164.46) menegaskan:
“Ekam Sat Vipra Bahudha Vadanti” (Kebenaran itu Satu, tetapi para bijak menyebut-Nya dengan banyak nama.)
Sama seperti satu matahari yang pantulannya terlihat di 33 cermin berbeda, demikianlah Tuhan yang satu memanifestasikan diri-Nya melalui 33 fungsi alami untuk menjalankan roda alam semesta. Memahami Dewa adalah cara kita menghormati “hukum-hukum” Tuhan yang bekerja di sekitar kita setiap hari.
Dewa Siwa atau Mahadewa mungkin adalah dewa Hindu yang paling kompleks. Siwa berarti Yang Menguntungkan. Dia juga disebut Yang Hebat (Rudra), Penguasa Tari (Nataraja), Penguasa Alam Semesta (Vishwanatha), Dia adalah Penghancur dan Transformator. Dia tidak terbatas, transenden, tidak berubah, tidak berbentuk dan juga yang tanpa awal atau tanpa akhir.
This website uses cookies.