🇺🇸 ENGLISH
Mantra

5 Rangkaian Kramaning Sembah yang wajib diketahui

Panduan Lengkap Mantra Kramaning Sembah: Urutan Panca Sembah dan Artinya

Kramaning Sembah atau yang sering disebut sebagai Panca Sembah adalah tahapan persembahyangan inti bagi umat Hindu setelah melaksanakan Puja Trisandhya. Melalui lima tahapan sembah ini, kita memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya (Ista Dewata) untuk memohon tuntunan, kedamaian, dan anugerah suci.

Pelaksanaan Kramaning Sembah yang khusyuk memerlukan pemahaman mendalam terhadap arti setiap mantranya. Hal ini penting agar setiap kata yang kita ucapkan menjadi getaran spiritual yang menyatukan jiwa dengan sang pencipta.


Persiapan Sarana (Penyucian Bunga & Dupa)

Sebelum memulai Panca Sembah, sangat penting untuk menyucikan sarana yang akan digunakan agar persembahyangan menjadi lebih sempurna:

1. Menyucikan Dupa (Dhipa Astra)

“Om ang dhipa astra ya namah swaha.”

Artinya: Ya Tuhan, tajamkanlah sinar dupa ini agar menjadi pembersihan hamba.

2. Menyucikan Bunga (Puspam)

“Om puspa danta ya namah swaha.”

Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini menjadi suci laksana taring-Mu.


Urutan Mantra Panca Sembah

1. Sembah Pertama: Sembah Puyung (Tangan Kosong)

Ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud-Nya sebagai Parama Siwa (Jiwa seluruh alam semesta).

“Om atma tattwatma suddha mam swaha.”

Artinya: Ya Tuhan, Engkau adalah atma (jiwa) dari segala yang ada, bersihkanlah hamba.

2. Sembah Kedua: Menyembah Sang Hyang Aditya

Menggunakan bunga (sebaiknya berwarna putih atau kuning) ditujukan kepada Sang Hyang Surya/Aditya sebagai saksi sakti dunia.

“Om adityasya param jyoti, rakta teja namo’stute, sweta pankaja madhyastha, bhaskaraya namo’stute.”

Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja Engkau yang merupakan cahaya utama Sang Hyang Aditya, hamba memuja Engkau yang bersemayam di tengah teratai putih, Engkau adalah sumber segala cahaya.

3. Sembah Ketiga: Menyembah Ista Dewata

Menggunakan Kwangen atau gabungan bunga berwarna-warni. Ditujukan kepada Ista Dewata yang bersemayam di tempat kita bersembahyang.

“Om nama dewa adhisthanaya, sarwa wyapi wai siwaya, padmasana ekapratisthaya, ardhanareswaraya namo namah.”

Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja Engkau yang bersemayam di tempat ini, Tuhan yang meresap di segala tempat (Siwa), yang bersemayam di singgasana teratai, sebagai perwujudan kekuatan maskulin dan feminin yang tak terpisahkan.

4. Sembah Keempat: Sembah Mohon Anugerah

Menggunakan bunga atau kwangen, ditujukan untuk memohon anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi.

“Om anugraha manoharam, dewa datta nugrahakam, arcanam sarwa pujanam, namah sarwa nugrahakam. Om dewa-dewi mahasiddhi, yajnya nirmala atmaka, laksmi siddhisca dirghayur, nirwighna sukha wrddhisca.”

Artinya: Ya Tuhan, anugerahkanlah kesenangan kepada kami, karena Engkaulah pemberi anugerah. Semoga kami diberkati dengan kebahagiaan, kemakmuran, panjang umur, dan kebebasan dari segala halangan.

5. Sembah Kelima: Sembah Puyung (Penutup)

Tangan kosong tanpa bunga untuk menutup rangkaian Panca Sembah.

“Om dewa suksma parama acintyaya namah swaha. Om Santih, Santih, Santih Om.”

Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja-Mu dalam wujud Parama Acintya yang gaib namun maha karya. Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selamanya.


Tabel Ringkasan Kramaning Sembah

Urutan SembahSaranaTujuan Pemujaan
Sembah 1Tangan KosongPenyucian Atma (Tuhan sebagai Jiwa)
Sembah 2BungaSang Hyang Aditya (Saksi Sakti Dunia)
Sembah 3Kwangen/BungaIsta Dewata (Tuhan di tempat tersebut)
Sembah 4Kwangen/BungaMemohon Anugerah & Kedamaian
Sembah 5Tangan KosongBersyukur & Penutup (Parama Acintya)

Melaksanakan Kramaning Sembah dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan maknanya dapat membantu kita mencapai kekhusyukan yang lebih tinggi (Sradha). Setelah Panca Sembah, biasanya dilanjutkan dengan prosesi memohon Tirta dan Bija untuk menyempurnakan hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta.


Tahapan Setelah Panca Sembah: Memohon Tirta dan Bija

Setelah merampungkan urutan Panca Sembah, prosesi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memohon Tirta (air suci) dan Bija (benih suci). Tirta berfungsi sebagai pembersihan lahir dan batin, sedangkan Bija adalah simbol dari benih-benih kebaikan dan kemakmuran yang ditanamkan dalam diri.

Mantra Memohon Tirta

Saat akan memercikkan atau meminum Tirta, hendaknya melafalkan mantra permohonan agar air tersebut benar-benar menjadi amerta (sumber kehidupan):

“Om pratama suddha, dwitya suddha, tritya suddha, caturty suddha. Om suddha, suddha, suddha waryastu swaha.”

Artinya: Ya Tuhan, pembersihan pertama, pembersihan kedua, pembersihan ketiga, pembersihan keempat. Ya Tuhan, semoga air ini menjadi pembersih yang sempurna bagi hamba.

Tata Cara Penggunaan Tirta:

  • Dicipratkan ke kepala sebanyak 3 kali (untuk penyucian pikiran).
  • Diminum sebanyak 3 kali (untuk penyucian perkataan).
  • Diusapkan ke wajah/badan sebanyak 3 kali (untuk penyucian perbuatan).

Kesimpulan

Pelaksanaan Kramaning Sembah yang ditutup dengan memohon Tirta merupakan satu kesatuan ibadah yang utuh dalam tradisi Hindu. Dengan memahami setiap mantra dan maknanya, persembahyangan kita bukan lagi sekadar gerak tubuh, melainkan dialog spiritual yang mendalam untuk meraih kesucian diri.

Semoga panduan ini dapat membantu Anda melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh keyakinan. Mari kita jaga kesucian hati dan pikiran agar setiap langkah kita senantiasa diberkati oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Om Santih, Santih, Santih Om.


Sumber Referensi: Disusun berdasarkan pedoman mantram dari PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) dan referensi literatur Weda melalui Vedicfeed.


Memahami Kedalaman Aksara Suci “Om” dalam mantram kramaning sembah

Dalam setiap bait mantra Kramaning Sembah, kita selalu mengawalinya dengan aksara suci “Om”. Aksara ini bukan sekadar bunyi, melainkan simbol primordial yang merepresentasikan seluruh alam semesta dan kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam setiap aspek kehidupan.

Untuk memperdalam pemahaman spiritual Anda mengenai mengapa aksara ini begitu sakral dan bagaimana maknanya memengaruhi kualitas doa kita, silakan baca artikel mendalam kami di sini: Makna dan Filosofi Simbol Suci Om dalam Weda.

Gst Komang Yoga

Author

This website uses cookies.